Jumat, 18 September 2015

Love Dream

Hi guys! kali ini aku mau posting sedikit tentang apa yang aku pikirkan lewat cerita novel singkat ini. Nggak banyak sih karna masih awal dan belum banyak ide yang muncul. Hehe. Mungkin nggak terlalu famous ya, karna cerita ini juga terinspirasi dari banyaknya novel yang aku baca. So, enjoy it!





Opening


Di taman sekolah..
“Kok hari ini panas banget ya?” ucap Vivin di sela keheningannya.
“Entahlah, Vin. Mungkin karna kegiatan kita yang full banget hari ini..” sahut Ika sambil mengelus keringat di wajahnya.
Nampaknya pengambilan nilai Ujian praktek mereka yang cukup melelahkan itu benar-benar menguras tenaga. Tapi apa boleh buat, mereka sudah seharusnya sesibuk ini karna mereka telah di akhir perjuangan di tingkat SMA. Mereka memang harus berjuang untuk mendapatkan hasil yang memuaskan agar mereka masuk Universitas sesuai keinginan mereka. Ya.. tidak terkecuali Ika dan Vivin, dua sahabat yang sudah dekat selama 3 tahun ini.

“Emm, Vin.. gue beli minum dulu ya..”
“Oke deh, Ka. Buruan ya, keburu gue dehidrasi nih..” jawab Vivin menggoda Ika yang terlihat memamerkan wajah kusutnya.
Tidak lama setelah itu, Ika segera pergi ke kantin untuk membeli dua minuman untuknya dan Vivin. Sambil menunggu minuman dari Ika, Vivin hanya duduk sambil memainkan Hp di taman sekolah.
Di sela waktu santai nya, tiba-tiba seseorang datang dari belakang dan menepuk pundak Vivin.

“Hei..”
“Eh, elo Ndi. Sejak kapan lo disini? Udah lama ya?”
“Gak kok, Vin. Baru aja. Tumben lo sendirian di taman, Ika mana?”
“Ika lagi ke kantin beli minum. Mana dia belinya lama banget lagi, gue dehidrasi nih..” ucap Vivin sambil memegang tenggorokannya yang benar-benar merasa kering.
“Haha.. kayaknya lo capek banget ya, sampe dehidrasi segala..” jawab Andi tertawa lepas sambil mengelus rambut Vivin.
Vivin dan Andi memang sangat dekat. Sehingga banyak yang mengira mereka berdua memang mempunyai hubungan dekat. Padahal tidak. Mereka memang dekat, mungkin belum saatnya untuk mereka lebih dari sekedar teman.

∞

Di kantin..
“Bu, beli pulpy orange nya dua ya..”
“Pulpy nya udah habis, mbak..” sahut si penjual.
“Oh, gitu ya, bu. Makasih ya bu..” dengan perasaan kecewa Ika berlalu pergi dari kantin. Tiba-tiba..
“Lo kayaknya benar-benar kelelahan dengan Ujian praktek barusan. Nih.. minum buat lo..” seseorang dengan santainya menyodorkan pulpy orange nya pada Ika.
“Hah? Nggak usah.. kan minumannya punya lo. Makasih..” jawab Ika sungkan.

“Nggak papa kok. Lo udah dehidrasi banget. Ambil aja..” Randy kembali menyodorkan minumannya pada Ika sambil tersenyum dan disambut baik oleh Ika.
“Makasih..”

Randy terkenal dengan sikapnya yang angkuh pada cewek. Entah kenapa sikap angkuh itu tidak berlaku pada Ika. Orang yang selama ini diincar Randy. Randy memang menyukai Ika semenjak mereka kelas XI. Sosok Ika yang baik, ramah, sopan dan anggun itu membuat Randy benar-benar terpikat. Ika memang tidak pernah menyadarinya, karna mereka memang tidak terlalu dekat.

∞

“Vin, sorry. Lo udah lama nunggu ya?” terdengar suara Ika dari belakang Vivin dan Andi.
“Lo lama banget sih, Ka. Gue udah dehidrasi banget tau nggak nunggu lo. Untung aja ada Andi yang kebetulan bawa minuman..” Vivin tersenyum menatap Andi yang duduk disebelahnya dan dibalas senyuman Andi pula.
“Lo tau nggak, Vin. Gue tadi ketemu Randy di kantin. Tumbenan itu cowok nggak sok keren sama cewek..” dengan perasaan heran Ika kembali mengingat pertemuan singkatnya dengan Randy barusan. “Bahkan dia sempat senyum sama gue. Aneh kan?” sambung Ika.

Mendengar cerita Ika, Vivin dan Andi hanya tersenyum. Membuat Ika kesal melihat respon mereka yang hanya tersenyum tanpa mengucapkan satu katapun dengan keanehan yang ia rasakan.

Terdengar aneh memang. Orang yang terkenal angkuh dengan kekayaan yang dimilikinya mendadak berubah 180˚ saat berpapasan dengan Ika. Tidak ada yang menyadari bahwa Randy menyukai Ika. Randy selalu berhasil bersikeras dengan sikap angkuhnya. Tidak ada satupun gadis yang berhasil mencuri hati seorang Randy.

“Kayaknya Randy naksir elo deh, Ka. Lo sadar nggak sih? Makanya peka dong..” dengan tawa jailnya, Andi berusaha meyakinkan.
“Hah?! Lo apaan sih. Nggak mungkin lah, Randy Pratama naksir gue. Mustahil banget. Lo kan tau sendiri, dia sok keren banget sama cewek..”
“Nih ya, Ka. Di dunia ini nggak ada yang mustahil terjadi. Mungkin aja apa yang dibilang Andi ada benernya. Buktinya, sama lo aja dia senyum apalagi sampe negur lo segala. Apa nggak naksir itu namanya?!” sambung Vivin  menyetujui perkataan Andi yang disambut dengan tawa jail mereka.
“VIVIN!!”




To be continue..


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar